2nd October 2014

cerita-malam-pertamaAdalah seorang ibu yang mempunya tiga orang anak perempuan. Pada malam hari setelah acara pernikahan usai sang ibu merasa kebelet ingin kencing, dan dia pun akhirnya pergi ke kamar mandi untuk melepaskan hasratnya tersebut.

Saat akan kekamar mandi, dia melewati kamar Eka. Dia berhenti sejenak. Samar-samar dia mendengar jeritan dan tangisan serta rintihan juga erangan yang cukup jelas. Si ibu lalu manggut-manggut saja sambil tersenyum mengenang masa lalu.

Saat melalui kamar Dwi, sang ibu kembali mendengar suara tawa cekikikan dan canda yang diiringi juga dengan erangan bahagia. Si ibu pun manggut-manggut saja mengenang masa lalu.

Namun saat ia melalui kamar Tri, dia nyaris tak mendengar suara apapun. Hanya ada suara ‘hmm… hmm…’ itupun jarang dan tidak jelas. Kali ini si ibu tidak manggut-manggut lagi, tapi langsung ke WC, kencing dengan keningnya berkerut, “Kenapa yah kok aku dulu tidak pernah seperti itu di malam pengantin.” gumam sang ibu.

Keesokan harinya sambil sarapan, ibu ini bertanya kepada ketiga anaknya.
“Eka, kenapa tadi malam kamu menangis?” tanya sang ibu.
“Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA-PURA. Kalau merasa sakit, yah menangis saja,” jawab Eka.
“Oh, begitu. Kamu anak yang baik. Nurut nasehat orang tua. Kamu Dwi, kenapa tadi malam kamu tertawa-tawa?” tanya sang ibu kepada anak keduanya.
“Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA-PURA. Kalau merasa geli yah tertawa saja,” jawab Dwi.
“Oh, begitu. Kamu anak yang baik menuruti nasehat orang tua. Terus kamu Tri, kenapa tadi malam kamu kok diam saja?” tanya sang ibu penasaran.
“Kan ibu juga kan sudah sering bilang, TIDAK BAIK BICARA KALAU MULUT SEDANG PENUH,” jawab Tri santai.(image:KostPink.Com)